Geng 99 Hospital Playlist  Ada yang nonton Hospital Playlist juga gak? Aku mau bahas squad goals Geng 99 Hospital Playlist nih, kemu...

GAK SEMUA ORANG PUNYA SQUAD GOALS

June 11, 2020 Just Write! 0 Comments

Geng 99 Hospital Playlist 

Ada yang nonton Hospital Playlist juga gak? Aku mau bahas squad goals Geng 99 Hospital Playlist nih, kemungkinan akan ada spoiler juga. Dramanya udah tamat kok, jadi kalo aku kasih spoiler, gak terlalu ngaruh sih. 

Hospital Playlist merupakan salah satu drama terbaik tahun ini, drama bertema medis ini menceritakan lima orang sahabat yang berteman dari masa kuliah kedokteran, hingga bisa bekerja di tempat yang sama, yaitu Yulje Hospital. Mereka sudah berteman selama kurun waktu 20 tahunan. 

Lima orang sahabat ini terdiri dari Chae Song Hwa, Lee Ikjun, Junwan, Ahn Jeong Won, dan Yang Seokhyeong. Persahabatan mereka yang terjalin lama ini digambarkan sangat hangat dan sukses bikin penonton iri. 

Tapi ya rumput tetangga memang terlihat lebih hijau, alias keliatan sempurna banget persahabat mereka, bisa-bisanya persahabatan lebih dari 20 tahun, jadi dokter, dan kerja di tempat yang sama pula, tapi ternyata setiap orang memang punya kekurangan, dan justru hal itu malah yang bikin terlihat lebih manusiawi. 

Pertemanan dari lima orang sahabat ini terlihat sempurna dari luar, tetapi ternyata masing-masing pemerannya mempunyai kekurangan, mulai dari isu perselingkuhan, lebih nyaman sendiri tanpa mempunyai pasangan, hingga cita-cita yang tidak direstui orang tua. Konflik individu yang terjadi di antara mereka kerap kali ditemui di kehidupan nyata. Drama bergenre 'slice of life' ini lebih banyak menekankan tentang cerita kehidupan daripada penjelasan medis.

Sisi humanis dalam drama ini lebih diperlihatkan, alih-alih penonton tertarik dengan tindakan medis, tetapi justru penonton akan merasakan empati baik kepada dokter, staf medis, dan tentu saja kepada pasien. Apalagi di tengah masa pandemik seperti ini, tentu tidak mudah untuk dokter dan pasien melewati situasi krisis. 

Balik lagi ke lima pertemanan dokter Geng 99 ini, banyak yang bilang pertemanan dekat cowok dan cewek mustahil tanpa ada rasa satu sama lain, dan ternyata benar dong, pas masa kuliah dulu Seokhyeong dan Ikjun pernah suka sama Songhwa, tapi cuma Seokhyeong yang sempat mengungkapkan isi hatinya, sementara Ikjun yang tahu kalo Seokhyeong ditolak sama Songhwa akhirnya mundur, ia tidak ingin merusak persahabatan mereka. 

Songhwa merupakan satu-satunya cewek di Geng 99, yang sukses membuat penonton cewek iri. Ada satu scene yang menunjukkan ia mengalami nyeri di area payudara, saat bilang ke teman-temannya mereka semua menunjukkan rasa peduli. Setelah dites dan mengetahui hasilnya, teman-temannya pada berkunjung ke ruangan praktiknya, mereka senang saat Songhwa bilang hasilnya hanya kista dan ia baik-baik saja. 
Gue jadi ngerti sih pas scene teman-temannya Songhwa menanyakan hasil tesnya, dulu teman-teman cewek gue sering bilang mereka punya banyak teman cowok dan mereka menunjukkan rasa bangga itu. Mereka selalu bilang kalau teman cowok lebih mengerti dan memahami mereka, dan mereka juga percaya kalau curhat ke teman cowok rahasia lebih aman. 

Dulu pernah juga sih punya teman cowok yang nggak deket-deket banget karena gue suka sama sepakbola, tapi gue ngerasa nggak ada manis-manisnya, malah yang ada saling ngejek, apalagi kalau klub jagoan gue kalah, abis dah. Dan mereka nggak bisa dipercaya tuh hahaha... 

Pernah ikut fanbase sepakbola juga, biasa aja, lebih kek banyak brotherhood aja, sikap manisnya tetap aja ditunjukkin sama teman-teman gue yang cewek hahaha... Jadi teman gue dulu yang bisa dapatin teman cowok dengan sikap manis, nemunya di mana? 

Tapi, kalian pernah nggak punya teman, yang bukan cuma beda sifat, tapi juga beda suku sampai agama? Dulu pas sekolah gue pernah punya teman, kita berempat cewek, sifat, suku, sampai agama beda. Gue sama teman gue agamanya islam, yang dua lagi agamanya kristiani, terus gue mewakili suku Sunda, teman gue Jawa, yang satunya dari Batak, dan yang terakhir keturunan Tionghoa. Kita akur dan merasa telah menerapkan Bhinneka Tunggal Ika hahaha... 

Dan deketnya ternyata pas kebetulan cuma satu kelas aja, begitu beda kelas langsung bubar dan ngerasa awkward. Tapi ya, di antara mereka berempat, ternyata ada satu yang jadi reseller kakak gue, terus kakak gue bilang, "lo gak komunikasi lagi ya sama (nama teman gue)?" terus gue jawab aja, udah lama sih gak berhubungan lagi, terakhir chat kapan aja udah lupa. 

Gue jarang banget atau hampir nggak pernah chat duluan ke teman gue, kecuali ada hal penting yang mau gue sampaikan ke mereka. Kalo banyak orang bilang ada teman yang cuma datang pas butuh aja, nah itu gue orangnya. Nggak bisa basa-basi, jadi ngehubungin teman emang pas lagi penting aja.

Balik lagi ke cerita pertemanan Geng 99, mereka bisa menjadi Squad Goals karena kuliah di jurusan yang sama. Nah, gue sama teman-teman gue, buat group chat (gc) karena kita gak sengaja ketemu beberapa kali di tempat yang sama. Dari yang awalnya cuma kenalan sampai akhirnya lumayan dekat karena ada di gc yang sama. 

Kalo di Geng 99, mereka keliatan banget saling melengkapi dan peduli kan, situasi berbeda didapatkan dari teman-teman gue. Gue dan teman-teman gue, gak interest sama kehidupan pribadi kita masing-masing, kita gak pernah atau jarang banget nanyain kabar satu sama lain.  

Bahkan, di saat ngumpul ada yang bawa pacar, paling cuma dikenalin doang, dan respon kita-kita cuma "Oh iya kerja di mana atau lagi sibuk apa?" terus abis itu dicuekin, karena gak tau mau ngomong apa huhuhu... Respon teman gue emang  flat gitu sih, bahkan gak ada tuh dicie-ciein karena bawa gandengan, atau lelucon semacam "kok lo mau sih sama dia (nama teman gue)?"

Teman gue yang lain tuh suka bilang, mereka suka ngomongin crush mereka ke teman dekatnya, tapi kalo gue sama teman gue, gak pernah tuh ada yang ngebahas soal hubungan percintaan. Gak pernah tuh cerita lagi dekat sama siapa, tapi it's better ternyata. 

Hubungan kita gak sedekat itu, sampai waktu itu ada salah satu dari kita lagi sakit dan ngomongin ke gc, dan ternyata pada saling peduli kok. Terus gue nyeletuk aja, "kalo kalian lagi ada masalah, boleh kok share ke grup" dan ternyata gak pada setuju, terus teman gue bilang bahwa kita bisa saling curhat langsung aja ke orang yang kita percaya tanpa kita buka ke ruang publik (gc).

Dan gue menyadari sih bahwa ternyata, hubungan kita cenderung private, jadi kalo di gc yang diomongin emang seputar hal-hal umum aja, tapi nyatanya grup itu udah ada bertahun-tahun, dan gue cukup ngerasa nyaman karena gue merasa effortless ke mereka. Kalo ada yang ultah juga kita cukup ucapin doang tanpa embel-embel kirim hadiah ke yang ultah, dan ternyata hal kayak gitu cukup ngurangin drama. 

Sikap teman gue cukup mature sih di mata gue, kita udah ngerasa cukup dekat tanpa perlu nanya kabar masing-masing dan yang terpenting nggak ikut campur urusan masing-masing. 

Gue selalu merasa perlu kasih "jarak" ke teman-teman gue, karena biar mereka bisa merasakan 'me time', menyelesaikan urusan masing-masing, dan yang terpenting adalah ada hal-hal dari teman gue yang gak perlu gue tahu, begitu pula sebaliknya. 

Dalam hidup ini people come and go, dan sejujurnya gue percaya posisi gue di mata teman gue bisa tergantikan sama siapa aja, kapanpun dan di manapun, begitu juga sebaliknya. Tapi, kalo kalian mau kasih perhatian lebih buat teman-teman kalian bagus kok dan gak ada yang salah. 

Gak setiap orang punya privilege dapat teman yang baik, yang bisa mengerti kalian dan bisa dijadikan teman curhat. Nggak apa-apa kok kalo gak punya juga, kalian masih punya diri sendiri yang bisa diandalkan di setiap situasi. 

Melihat Geng 99 yang dekat dan kompak, emang bikin iri, tetapi nggak semua orang wajib punya Squad Goals kayak mereka, karena kalian masih tetap bisa bersosialisasi dengan yang lain. 

Yang terpenting dalam hidup ini adalah kalian gak menyerah, bisa melewati hari dengan baik walaupun lagi banyak masalah, dan jangan lupa berdoa biar setidaknya beban kalian sedikit terangkat. 

Tapi ya, gue yakin sih setidaknya kalian pasti bisa menemukan satu orang yang klik dengan kalian. Bisa kok, ayo semangat ya mencari haha... 

Tapi kalo gak ketemu juga, nggak apa-apa kok, setidaknya hidup kalian mungkin lebih damai tanpa perlu memikirkan kehidupan orang lain. Kalo gak ada teman dekat yang bisa diandalkan, setidaknya masih ada keluarga dan Tuhan yang akan mendengarkan keluh kesah kita. Fighting!!

Salam, 


Bela 

0 comments: