Edit seadanya "iihh seru ya acaranya..." "hahaha..." "tadi mas yang itu kece loh..." "biasa aja...

Girls Talk Part 1

March 19, 2017 Nabela Aprilia 0 Comments

Edit seadanya
"iihh seru ya acaranya..."
"hahaha..."
"tadi mas yang itu kece loh..."
"biasa aja kok..."
"ehh minggu depan ada acara"
"ada undangan food testing lagi nih, cek grup deh"
"bla,bla, bla.... 

Di suatu siang yang cerah, saya dan teman-teman sedang berada di sebuah kafe di wilayah Selatan Jakarta. Niat kami memang untuk ngobrol-ngobrol dan temu kangen. Ngobrolin hal apa pun itu, lebih ke random sih. Sampai tiba-tiba kita membicarakan tentang "pernikahan". Pas bagian ngomongin ini, cukup serius sih. hahaha...  

Pembicaraan kita tentang hal ini mengalir begitu aja dan kita cukup tahu kok tentang tema yang terlalu general di kalangan cewek-cewek ini. Dan setelah berbincang-bincang sama mereka, ada beberapa poin menarik dari teman-teman saya nih. Apa saja ya?

Menikah di penghujung usia 20an

Ntah gimana ceritanya, saya dan teman-teman sepakat akan menikah di penghujung usia 20an, berarti sekitar umur 28, 29 dan 30. Kenapa? Karena kita merasa kita masih harus mewujudkan mimpi-mimpi kita, ambisi pribadi atau tentang karir. Salah satu teman saya beralasan. "Aku pengen kerja di hutan, dan aku rasa, aku gak bisa mempunyai pasangan dalam waktu dekat. Kenapa? ya karena kalau aku menikah nanti, pasangan aku belum tentu ngizinin aku untuk kerja jauh dari dia. So, aku pilih sendiri dulu."

Ketakutan terbesar setelah menikah

Kita mempunyai pandangan yang sama juga ternyata, ketakutan terbesar setelah menikah adalah "Dilarang bekerja di luar". It's so scary :'( 
Ada beberapa pandangan dari saya dan teman-teman saya.
Teman 1: Kenapa sih cewek kalau sudah menikah, suka dilarang kerja? Padahal kita kalo kerja juga ya buat keluarga lagi. Ya, kita senang kalau dikasih kebebasan dan kalaupun kita kerja, ya kita pastinya tau bahwa keluarga tetaplah prioritas utama. Ya harusnya biarin lah kita kerja, toh kita pasti tau tanggung jawab rumah tangga seperti apa? 

Teman 2: Emang kenapa sih cewek dilarang kerja setelah menikah? Padahal jaman dulu, istri Rasulullah, Siti Khadijah, beliau digambarkan adalah pengusaha loh, seorang pedagang. Berarti beliau ada kerjaan dong di luar, kenapa kalo sekarang gak boleh? Aneh aja gitu. Dan hal-hal kayak gini harus dikompromiin sih sama pasangan, ya gimana caranya, kita masih tetap diperbolehkan bekerja saat sudah menikah dan punya anak nanti.

Saya: Ketakutan terbesar saya setelah menikah nanti adalah, saya dipaksa menjadi full time mommy, itu menyeramkan sekali sih. Toh kalaupun akhirnya nanti saya mau menjadi IRT, saya yakin itu adalah keputusan saya, bukan datang dari tekanan orang lain. 

Teman 3: Kalian benar-benar wanita urban kekinian ya. Tipikal cewek mandiri yang gak mau dikekang atau dibatasi aktivitasnya. Gak ada yang salah sih sebenarnya mau menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga nantinya. Tapi, aku melihat dari lingkungan aku sih. Di lingkungan aku, kebanyakan ibu bekerja dan menurut aku itu gak efektif untuk mendidik anak. So, aku berniat menjadi Ibu Rumah Tangga sih setelah menikah nanti. Kalaupun bekerja, ya pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Dan itu pasti ada.

Kita masih mau BEBAS seperti ini nanti. BOLEH? 

Perjanjian Pra Nikah

Kita mengetahui kalau ada yang namanya "Perjanjian Pra Nikah". hahaha... 
ini bukan prestasi juga sih. :( 
Kita sepakat kalau akan menikah nanti, (mungkin) kita akan membuat perjanjian pra nikah. Ooo..ooo... 
Gini, gini... Perjanjian pra nikah itu penting loh, itu adalah "asuransi" di pernikahan kalian nanti. Kalau kata teman saya sih. 

Teman 1: Kalau bisa sih, kalau nikah nanti kita bikin perjanjian pra nikah. Di luar negeri tuh perjanjian pra nikah bukan hal yang tabu dan umum loh. Kok di Indonesia masih jarang ya orang melakukan hal ini. Aneh deh 

Dan kita semua mengamini dan angguk-angguk. 

Nikah di bawah usia 25th

Untuk kesekian kalinya kita sepakat dengan hal yang sama. Dan kesepakatan kali ini, kita gak setuju cewek-cewek menikah di bawah usia 25. Kalau ada yang gak setuju ya maaf, ini cuma pandangan subjektif kita-kita doang kok. Kenapa kita gak setuju, pasti ada alasannya dong. 

Teman 1: Ya aku gak setuju sih kalau ada cewek yang menikah di bawah usia 25. Karena apa? kebanyakan curhat di facebook. Sedih :( 

Teman 2: Sebenernya terserah sih mereka mau nikah di umur berapa pun, tapi... ya saya punya alasan tersendiri kenapa tidak melakukan hal yang sama dengan mereka. Saya masih mau mengejar impian-impian saya dan itu tidak salah kan?

Saya: Saya gak setuju dengan cewek yang menikah di bawah usia 25. Ya walaupun terserah mereka sih, hidup mereka dan yang ngejalanin mereka. Tapi, sebel aja kadang mentang-mentang mereka udah punya pasangan, mereka nanya-nanya ke saya, kapan nikah? jangan kebanyakan pilih-pilih deh? bla, bla, bla, bla... 
Padahal cukup sering saya melihat, status teman saya yang sudah menikah di social medianya, ada banyak hal yang dia keluhkan. Padahal kan itu pilihan mereka, terus kenapa kalau ada masalah harus dishare di social medianya. Ya kalau butuh cerita, harusnya cerita sama orang terdekatnya aja, kayak misalnya cerita sama ibunya, kakaknya atau sama teman dekatnya, yang sama-sama sudah menikah. Itu kan aib juga, harusnya gak perlu dishare dan gak perlu banyak orang lain tahu. :'(

Hmm.. apalagi ya, kayaknya itu aja sih poin penting dari girls tak versi saya dan teman-teman. Sekali lagi, saya tekankan, bahwa ini adalah pandangan subjektif kami. Jadi, kalau misalnya ada yang tidak setuju dengan poin-poin dan pendapatnya, maafin kita ya. :) 

Sebenarnya, ngobrolin ini cuma sebentar sih. Kebanyakan ketawa-ketiwinya kok. Senang-senang, foto-foto. Nah kalau kalian, Girls Talk versi kalian pas lagi ngumpul-ngumpul kayak apa sih? Share dong di kolom comment! :D

Ini Girls Talk versi 1, ya walaupun saya gak tahu ada versi selanjutnya atau tidak? hahaha...


Salam sayang 


Bela 

0 comments: