Demo 411 Demo 4 November kemarin ramai sekali bukan hanya di tempat kejadian, tetapi ramai pula di linimasa twitter. #AksiDamai411 menj...

Hal-hal Baik Yang Terjadi Pada Saat Demo

November 06, 2016 Nabela Aprilia 0 Comments

Demo 411
Demo 4 November kemarin ramai sekali bukan hanya di tempat kejadian, tetapi ramai pula di linimasa twitter. #AksiDamai411 menjadi trending topic dunia. Demo tersebut menuntut perihal perkara hukum untuk Ahok. Beragam reaksi netizen ada yang mendukung, tidak sedikit yang nyinyir terhadap para pendemo. Tapi ternyata, ada hal-hal positif loh selama demo. Apa saja ya hal-hal baik yang bisa kita temui pada saat demo? 

1. Pertemuan
Hayoo... ngaku deh, siapa yang akhir-akhir ini susah ketemu teman-temannya? Para pendemo itu hanya janjian di tempat perkara melalui medsos dan himbauan berita. Tapi mereka sepakat untuk datang. Nggak jarang, diantara mereka, ada yang bertemu di kendaraan umum. Bahkan di tempat kejadian perkara, ada beberapa yang bertemu teman lamanya. Semacam reuni kecil-kecilan. 
Lah gue sama teman-teman gue, ada grup WA aja janjian buat ketemu susah banget! Pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sama susahnya dengan ketemu Presiden. Sedih tauu!!! 

2. Persatuan dan Kesatuan
Banyaknya jumlah pendemo menunjukkan masih adanya rasa persatuan dan kesatuan. Bukan hanya ormas islam loh yang mengikuti demo tetapi pemuda Tionghoa juga ikut andil dalam demo kali ini. Beberapa kali mereka tertangkap kamera dan nongol di linimasa twitter maupun IG. Percayalah, massa yang banyak tumpah ruah kemarin menunjukkan masih adanya rasa persatuan dan kesatuan pada masyarakat Indonesia 

3. Penyegaran Timeline 
Di event-event besar, biasanya berseliweran foto-foto yang bagus dan menarik. Nah, kemarin pada saat demo ada juga penyegaran timeline. Mulai dari polisi berhijab, akhi-akhi tampan yang terlihat sedang sholat sampai ukhti-ukhti yang imut dan manis. Scrolling timeline jadi makin semangat dong! 
Tadinya foto-foto akhi-akhi yang bikin lo semua yang melihatnya mengucapkan Subhannallah, pengen gue share di sini. Tapi, setelah gue pertimbangkan. Gak jadi di share deh. Gak boleh ukhti, haram! Zina mata tau :( 
Kebayang gak sih, akhi-akhi yang semangat demo kemarin, perjuangin agamanya aja semangat banget, apalagi cuma perjuangin ukhti ke pelaminan? 

4. Mulutmu Harimaumu
Di era kebebasan berekspresi dan kebebasan berbicara, seringkali kita sulit mengontrol ucapan mulut kita sendiri. Disadari atau tidak? mulut kita yang tajam ternyata melukai banyak orang lain. Hal ini berlaku pula untuk Ahok, dia mungkin tidak bermaksud menyinggung umat muslim, tetapi setiap omongan yang sudah keluar dari mulut, tidak bisa ditarik kembali, bukan? 
Mulutmu harimaumu, dari kasus Ahok ini kita diperingatkan untuk lebih aware terhadap sikap, tindakan dan ucapan kita. Semoga kita bisa lebih berhati-hati lagi. "Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai."

5. Sholat dan Takbir Secara Berjamaah
Nah, pas demo tumpah ruah kemarin, ada keharuan tersendiri, para pendemo terlihat sholat bersama dan bersalawat bersama. Bahkan bukan hanya pendemo, Polisi pun melantunkan Asmaul Husna di hadapan para pendemo. Aksinya beneran damai kok, jika di akhir ada kerusuhan, percayalah, itu hanya provokator! Silakan ditindak tegas. 

6. Unsur Politik
Katanya demo kemarin ada unsur politik? Ya memang! Dimanapun lu berpijak, pasti akan ada unsur politik. Politik bukan hanya ada di pemerintahan, ada juga politik kampus, politik organisasi, hingga politik di kerjaan. Gak usah alergi gitu ahh sama politik. Kalian juga mau menggunakan hak politik kalian untuk pilkada nanti kan? Begitu pula para pendemo, mereka sedang menggunakan hal politik mereka. Terus kenapa? 

7. Sikap Menerima
Para pendemo kemarin ingin banget bertemu dengan Presiden, tetapi ternyata mereka hanya diterima oleh pak Jusuf Kalla dan pak Wiranto. Kecewa? tentu. Tetapi begitu kan hidup, seringkali yang kita mau gak sesuai keinginan, seringkali yang kita rancang, gak sesuai ekspektasi. Itu merupakan hal yang lumrah dan kita temui sehari-hari. But, life must go on, right? 
Kita harus bisa menerima apapun yang terjadi, bukan? 

8. Mendengarkan
Di saat kalian lagi putus cinta, ditolak gebetan, ataupun permasalahan lainnya. Kalian biasanya butuh seseorang untuk mencurahkan isi hati kalian kan? Kalian butuh curhat, mengeluarkan unek-unek yang ada di kepala biar berasa lega dan tenang. Nah, yang dilakukan pendemo kemarin sama kok. Mereka mengeluarkan aspirasi dan unek-unek. Mereka cuma mau cerita ke pemerintah. Tugas pemerintah cuma mendengarkan, lalu bertindak sesuai keadilan. Sudah terlalu berisik di luar sana kan? Hampir semua orang ingin berbicara dan bercerita. Tetapi seberapa banyak yang mau mendengarkan? 
Terkadang, orang yang berbicara dengan baik, di saat mereka lebih banyak mendengarkan bukan berbicara. 

Beruntunglah Indonesia telah menerapkan demokrasi, kita bisa bebas berekspresi. Demo bisa menjadi salah satu cara menunjukkan wajah demokrasi sesungguhnya. Demo juga diatur dalam undang-undang. 
Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. 

Pasal 44
Setiap orang baik sendiri maupun bersama-sama berhak mengajukan pendapat, permohonan, pengaduan, dan atau usulan kepada pemerintah dalam rangka pelaksanaan pemerintah yang bersih, efektif, dan efisien, baik dengan lisan maupun dengan tulisan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Ternyata ada banyak pasal untuk demo, yang kepo dengan pasal apa aja bisa klik di blog ini

Note: 
Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun, kalo ada yang merasa tersinggung, mohon maaf ya. 
Silakan berkomentar dengan sopan. No SARA maupun Saru. 

Best Regards, 


Bela  

0 comments: