Quarter Life Crisis Berapa usia kalian sekarang?  Gue yakin mayoritas dari kalian pasti nggak nyaman jika ditanya tentang usia, tet...

Quarter Life Crisis

April 29, 2016 Nabela Aprilia 0 Comments

Quarter Life Crisis

Berapa usia kalian sekarang? 
Gue yakin mayoritas dari kalian pasti nggak nyaman jika ditanya tentang usia, tetapi kenapa kalian senang banget kalo disurprisein bahkan dirayain hari ultah kalian? yang notabene di saat kalian ultah, otomatis usia kalian akan bertambah. 

Perayaan ulang tahun biasanya diucapkan dan didoakan hal-hal yang baik. Kalian pasti merasa bersyukur dan menganggap setiap perayaan ultah kalian itu termasuk salah satu hari baik untuk kalian. Nggak ada yang salah dengan hal-hal seperti itu. 
Tetapi ada nggak sih orang yang lagi ultah tetapi justru sedih, marah bahkan kecewa? 

Bulan ini bulan ultah gue, salah satu bulan favorit dan menyebalkan buat gue. Favorit, karena ada hari baik untuk gue dan menyebalkan karena bertambahnya usia gue. Usia gue sudah dibilang cukup dewasa. Gue diharuskan bertingkah dewasa, nggak pecicilan, kalem dan segudang tanggung jawab lainnya. 
Di usia gue sekarang, ada lebih banyak lagi teman gue yang memutuskan untuk menikah. Cukup banyak teman gue yang sudah menempuh hidup baru, sudah punya anak bahkan ada yang bercerai. Foto profil mereka di socmed rata-rata dengan pasangannya atau bertiga dengan anak mereka. Gue cukup overthingking atau kepo dengan kehidupan orang-orang disekeliling gue. Terkadang gue berpikir, apa ya yang memutuskan mereka menikah dan mau berkomitmen dengan pasangan mereka? Ada beragam spekulasi di otak gue (jangan dibongkar, ngeri).

Meningkatnya usia gue dibarengi dengan doa dan wejangan dari ortu mengenai jodoh. Spekulasi dan pertanyaan yang mereka ajukan terkadang buat gue merinding dan skak mat. Gue yang biasa cerewet ya cuma manut aja dan bilang doain dong (sambil senyum).
Padahal ada banyak alasan yang mau gue ungkapkan bahwa hidup bukan cuma perihal jodoh, ada banyak hal yang sama pentingnya. Ada banyak argumen yang bisa gue utarakan tetapi gue merasa cukup gue simpen dan hanya gue yang tahu. 
 
Penilaian dari masyarakat yang terkadang bikin risih, civil society yang gue anggap bebas, terbuka dan nggak mencampuri orang lain justru paling getol untuk nanya ini-itu dan gemar bertanya kapan? 
Pernah nggak sih kalian nanya kayak "shit, ternyata hidup orang dewasa kayak gini ya?" kayak.... (silakan dijawab di hati kalian masing-masing). 

Usia gue dua puluh sekian dan sebenarnya masih tergolong muda walaupun nggak masuk kategori remaja pula. Dan gue merasa, gue ada di titik Quarter Life Crisis. Biasa dialami orang-orang di usia dua puluh tiga - dua puluh lima tahun. Galau, sensitif, marah, emosi naik-turun berasa banget. Emosi tuh lagi dipermainkan. Apa yang lu kerjakan dan apa yang lu mau kerjakan, itu nggak sejalan. Bentrok dengan diri sendiri itu sering. Gimana cara gue mengatasinya? berdamai dengan diri sendiri dan itu nggak mudah. Lebih banyak komunikasi dengan diri sendiri dan bertanya apa sih yang sebenarnya gue mau? 

Masa Quarter life crisis bukan hanya tentang pasangan hidup lo nanti, tapi ini juga tentang karir, pencapaian dan bagaimana dengan orang-orang disekeliling lu? Gue ngerasa masih belum lengkap, kosong, ada potongan puzzle yang seharusnya gue isi, gue lengkapi. Ada yang seharusnya lebih banyak gue pelajari dan dapatkan justru bukan dari orang sekeliling gue tetapi dari orang asing. (*bingung ya, gue juga bingung)

Yang harus membuat cerita lu baik atau buruk? berkesan atau hanya angin lalu ya lu sendiri. Kenapa sih kita masih sering insomnia? kenapa kita masih sering bertanya-tanya "dia kenapa sih, kok sikapnya bla-bla-bla? kenapa kita masih overthingking? dll... 

Ada banyak hal dan jawaban yang harus lu cari dan di masa Quarter Life Crisis, dia memberikan lu kesempatan untuk menemukan jawabannya. 

Jadi, apa kalian sedang mengalami Quarter Life Crisis? atau sudah melewatinya? 
Saling sharing yuk! :) 

0 comments: