Postingan kali ditujukan untuk Tantangan Pojok WB  Kali ni gue dapat tantangan dari blogger  Darma Kusumah   and I accepter  dan gue men...

(Tantangan Pojok WB) - Kisah Difabel

July 07, 2015 Nabela Aprilia 0 Comments

Postingan kali ditujukan untuk Tantangan Pojok WB 

Kali ni gue dapat tantangan dari blogger Darma Kusumah and I accepter 
dan gue menantang blogger Nuri (Nuy). Aku tunggu postingannya ya nuy :* 

Jadi, di grup WA #PojokWB yang cetar membahana itu. Salah satu adminnya mba Ajen membuat ide menulis WB untuk para blogger kece disana... 
Dan... gue ditantang sama Darma untuk membuat postingan dengat tema "Disabilitas (difabel)". Tema ini lebih ke sosial. Jujur agak sulit bikin postingan ini, karena gue pun merasa, masih banyak kekurangan di diri gue. Tapi semoga kisah/artikel yang gue tulis bisa bermanfaat buat kalian. Cekidot ! 



Dalam beraktivitas sehari-hari, saya biasa mengandalkan transportasi publik, mulai dari angkot, bus Trans Jakarta sampai KA (Kereta Api) Commuter line. Sudah terbiasa dari dulu mengandalkan transportasi publik. Selain lebih murah, saya lebih senang di saat mengamati kegiatan orang yang berlalu-lalang. 

Di transportasi publik seperti Trans Jakarta dan KA biasanya terdapat seat khusus. Seat khusus ini untuk ibu hamil, ibu-ibu yang membawa anak kecil, manula dan disabilitas (difabel)


Seat khusus
sumber gambar : sumber
Di seat khusus ini, saya jarang sekali menemukan orang-orang yang difabel. Di seat khusus, biasanya diduduki oleh ibu-ibu dan kaum perempuan. Tetapi, saya pernah beberapa kali melihat orang yang difabel menaiki Trans Jakarta. Mereka biasanya dibantu petugas khusus. Penumpang pun mengerti dan langsung memberi duduk kepada kaum difabel. 
Disaat melihat mereka, hati saya terenyuh. Mereka memiliki semangat yang sama seperti orang normal lainnya. Mereka terkadang seolah-olah bisa melihat senyum kita, disaat ada yang memberi tempat duduk untuknya. Mereka selalu tersenyum dan mengucap terima kasih. 

Selalu bersyukur di dalam hati, jika melihat orang yang berkebutuhan khusus seperti mereka. Mereka tetap semangat dan bisa beraktivitas, malah terkadang kita yang orang normal pun lebih sering mengeluh tentang keadaan. Terkadang beberapa orang memandang mereka seperti kasihan, padahal mereka tidak ingin dilihat seperti itu. Mereka bisa satu bus bersama kita sesungguhnya ingin menunjukkan kepada kita, bahwa mereka bisa beraktivitas normal seperti orang-orang pada umumnya. 

Manusia dianugerahi panca indera. Mereka yang difabel, ada "kekurangan" dengan panca inderanya. Kekurangan yang diberi kepada mereka, tidak menjadi hambatan untuk mereka. Terkadang kekurangan yang ada di diri mereka justru menjadi kelebihan untuk diri mereka sendiri. 

Saya teringat dengan Nick Vujicic, dia adalah seorang difabel yang menjadi motivator dunia. Dia terlahir dengan "kekurangan" pada fisik. Tetapi dia bisa menjadi inspirator terkenal dunia. Kekurangannya justru memacu dia untuk hidup never give up. 

Beberapa hari yang lalu saya share di fb personal saya mengenai .. KISAH NYATA, .. SURAT ANEH KEPADA DOMPET DHUAFA ... sumber dari Pak 

Denny J.A's World 
Silakan dibaca ! 


Saya tidak bisa share di sini, karena mungkin terlalu panjang tulisannya. Tapi saya berharap, kalian bisa membaca artikel "Kisah Nyata, Surat Aneh Kepada Dompet Dhuafa tersebut. Karena ada kisah berharga di dalamnya. 

Semoga kita bisa mempunyai semangat yang sama seperti mereka. Kekurangan yang mereka punya, bisa menjadi pelajaran untuk kita dan kekuatan untuk mereka. 


Tulisan ini dibuat dalam rangka tantangan PojokWB (Tantangan PojokWB) aku dapat challenge dari Darma (Darma Kusumah) dan nantang Nuri (Nuy)
*Fyi, ditunggu postingan kamu Nuy :* 

Thank u PojokWB
Thank u guys..
Much love for u. muach :* 

btw, kalo ada yang kurang, googling aja yak. jangan malas :P 
kalian punya cerita tentang kaum difabel yang inspiratif. 
Mungkin bisa ditambahkan di kolom comment 
Thank u 

0 comments: