Rumah Cemara? Saya baru tahu mengenai Rumah Cemara di tahun ini, disaat ingin mengambil tugas akhir kuliah. Teman saya memaparkan penjela...

Melampaui Mimpi di Rumah Cemara

June 01, 2015 Nabela Aprilia 0 Comments

Rumah Cemara?
Saya baru tahu mengenai Rumah Cemara di tahun ini, disaat ingin mengambil tugas akhir kuliah. Teman saya memaparkan penjelasan mengenai seluk beluk rumah cemara. Saya tahu info rumah cemara hanya dari mulut teman saya. Saya tidak banyak searching tentang rumah cemara. Entah kenapa saya ingin melihat terlebih dahulu seperti apa itu rumah cemara?

Rumah Cemara terletak di Gegerkalong Girang No.52, Bandung, Jabar. Lokasinya tidak jauh dari kawasan pesantren Darut Tauhid. Rumah Cemara adalah organisasi berbasis komunitas untuk mantan pecandu narkoba maupun ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Anggotanya kebanyakan mantan pecandu maupun odha. Mereka menjadikan rumah cemara sebagai rumah untuk berbagi pengalaman, emosi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. 
Rumah Cemara tampak depan
banyak jajanan loh
foto dari fb pribadi kang Ginan 
Saat pertama kali kaki saya menjejakan ke dalam rumah cemara. Suasana yang saya dapatkan hangat, entah karena cuaca atau orang-orang didalamnya. Pertama kali saya dan teman-teman bertemu Kang Rijki, dia adalah salah satu staff rumah cemara. Kang Rijki menanyakan maksud kedatangan kami kesana? kita mengobrol cukup lama, sambutan hangat dari dia membuat kita tidak merasa kikuk atau canggung. 

Di pertemuan kedua, Saya dan teman-teman dipertemukan oleh Kang Jimmy, beliau juga salah satu staff Rumah Cemara. Dijelaskan lebih detail mengenai rumah cemara, pendiri, sejarah, orang-orang yang menginspirasi didalamnya. Saya tertarik disaat mendengar penjelasan tentang kang Ginan Koesmayadi. Dia adalah orang dengan HIV/AIDS tapi banyak menginspirasi orang lain. Setelah kunjungan kedua, saya langsung searching di internet mengenai rumah cemara, melihat berbagai foto maupun video mengenai rumah cemara. Banyak orang-orang yang inspiratif didalamnya. Mereka begitu kompak dan bekerjasama untuk membangun rumah cemara agar lebih nyaman dan dikenal masyarakat. 

Dalam ulasan kali ini, saya akan mengajak teman-teman untuk mengenal sosok-sosok inspiratif di rumah cemara, siapa sajakah mereka?  ini dia #Beyonddream

1. Ginan Koesmayadi

Ginan adalah mantan pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS. Dia mengetahui status hiv + nya pada tahun 2000. Dia adalah salah satu pendiri rumah cemara. Kang Ginan biasa disapa. Kang Ginan sudah banyak diliput oleh media nasional, bahkan pernah muncul dalam talkshow Kick Andy. Sering diundang menjadi pembicara diberbagai acara. Lulusan Unpad ini berhasil membuat buku tentang dirinya, dengan judul "Melampaui Mimpi". Buku ini meriwayatkan kisah Ginan dari masa kecil hingga sekarang. Prestasinya adalah berhasil membawa impian teman-temannya menuju Homeless World Cup di tahun 2011, HWC (Homeless World Cup) adalah street soccer untuk para kaum marjinal. Dengan bantuan, dukungan dan sponsor dari berbagai pihak. Indonesia dengan rumah cemaranya berhasil berangkat menuju Perancis untuk ajang HWC, mewakili Indonesia. Ginan menjadi pemain terbaik pada ajang tersebut dan Indonesia berhasil berada di peringkat ke 6 dari sekitar 70 negara. What a great ! 
Ginan juga mendapatkan penghargaan dari Asoka Change Maker, atas prestasi membuat lingkungannya menjadi lebih baik dengan Sepakbola. Woah... congrats akang. 


Ginan Koesmayadi dengan pialanya sumber

Melampaui Mimpi karya Kang Ginan. 
Beli donk bukunya Gaes...


2. Bogim Sofyan

Nama aslinya adalah Gim Gim Sofyan, biasa disapa Kang Bogim. Kang Bogim salah satu staff rumah cemara dibagian Sport for Development. Saya dan teman-teman berkesempatan untuk ngobrol dengan dirinya. Kang Bogim menjadi asisten pelatih sepakbola untuk HWC di tahun 2013 dan 2014. Di tahun 2015, Kang Bogim berkesempatan menjadi pelatih timnas Indonesia untuk Homeless World Cup. Kang Bogim Hiv + seperti Ginan. Dia mengetahui status Hiv nya pada tahun 2005. Dia menuturkan kepada saya dan teman-teman. "bahwa hidup dengan hiv, dia bersyukur. karena dia masih diberi kesempatan untuk hidup hingga saat ini, bisa melatih anak-anak dan orang lain dalam bermain sepakbola". Sehari-hari kang Bogim menjadi pelatih di bidang sport development rumah cemara. Kang bogim juga melatih anak-anak smp untuk bermain sepakbola. Dilatih sama pelatih Indonesia Homeless World Cup, pasti bangga donk ! Bahkan kang Bogim bercerita, bahwa dia juga melatih aerobic untuk ibu-ibu dan teteh-teteh di Bandung. Sontak saya dan teman-teman tertawa. Ternyata mereka terbuka dan bersosialisasi dengan orang lain bukan hanya dengan kelompok mereka. Kang Bogim pun ikut merasakan pelatihan training coach di Inggris bersama Ginan dan satu orang teman lainnya. 

Kang Bogim pada saat di Paris (foto dari fb)
Kedua orang diatas tersebut, memberi kita pelajaran, bahwa orang dengan HIV/AIDS bukanlah akhir segalanya. Mereka juga bisa mengukir dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Saya dan teman-teman sangat senang bisa berkesempatan bertemu mereka, berjabat tangan dan berbicara dengan mereka. Mereka dengan virus yang ada ditubuhnya, tidak mampu melemahkan, justru mereka bertekad dan berjuang lebih keras untuk bisa bertahan dan memberi manfaat untuk orang lain. Saya merasa "ditampar" dengan kenyataan dan keadaan mereka. Mereka sangat bersemangat untuk berolahraga, memberi motivasi kepada orang lain, bermanfaat bahkan bisa mewakili negaranya, Indonesia untuk kancah persepakbola di luar negeri sana. 
Dengan dukungan dan semangat dari orang-orang mereka bisa membuktikan bahwa dengan virus hiv, mereka bisa membuat bangga dan haru orang-orang disekitar dan juga orang-orang yang tidak mengenal mereka. Thank u had a great lesson for us. 

Indonesia bangga mempunyai orang-orang seperti mereka, yang disaat terpuruk, memutuskan untuk bangkit. Disaat mereka memutuskan dan bertekad untuk bangkit. Akan ada jalan-jalan lain yang mudah untuk mereka lewati, serumit apapun tantangannya. Akan ada pintu-pintu yang terbuka menyambut mereka bahkan merangkul mereka. 

Seperti yang kang Ginan tuturkan dalam bukunya, "di titik terendaah, seseorang tak punya pilihan lain kecuali berjuang untuk menanjak keatas. Memperbaiki hidupnya sendiri #melampauimimpi #quote 

Mereka telah mematahkan stereotipe yang terjadi selama ini. Bahwa orang dengan hiv adalah orang yang lemah dan tak berdaya. Indonesia tanpa stigma adalah visi misi yang diusung rumah cemara. Mereka ingin masyarakat sadar dengan keberadaan pecandu dan HIV/AIDS. Dukung mereka dan rangkul mereka. Dukungan dan suport dari keluarga dan orang -orang terdekat bisa membuat mereka terlepas dari jerat narkoba. 

Mereka akan berlaga kembali di Indonesia Homeless World Cup 2015 di Amsterdam. Dukung mereka dengan membeli kaos "INDONESIA TANPA STIGMA" 
Berikut penampakannya 

Tenang gaes, mereka tetap bisa berlaga di HWC, sekalipun Indonesia telah mendapatkan sanksi dari FIFA. Karena timnas yang akan ke HWC tidak dibawah naungan PSSI. 
So, yuk dukung, dengan cara beli kaos kece ini !




Kaos tersebut bisa dibeli di Pan page Rumah Cemara atau melalui instagram di @rumah_cemara  

Buat Rumah Cemara, Mamprang selalu ! 

Semangat berlatih Timnas ! 

Thank you...
Semoga bisa berkunjung kembali kesana :) 



0 comments: