Hai... hai.... haiiiii.... *dadah-dadahkepembaca* *iyainaja* Keluarga Kepikiran mau ngepost blog tentang keluarga, dari cara mendidik ...

Mendidik anak hanya tugas Ibu?

March 29, 2015 Nabela Aprilia 0 Comments

Hai... hai.... haiiiii.... *dadah-dadahkepembaca* *iyainaja*

Keluarga
Kepikiran mau ngepost blog tentang keluarga, dari cara mendidik anak.
Kadang suka kepikiran kalo punya anak nanti mau ngedidik dengan cara ini, itu, dll...
Kadang kalo pas lagi ke toko buku suka cari buku, bagaimana cara mendidik anak,dll. Dan terkadang gue mau beli bukunya. Tapi tiba-tiba langsung liat dompet, dan mengembalikan buku ke raknya. hiks...

Teman-teman seperjuangan pas sekolah ada beberapa yang udah berumah tangga dan punya anak. Anaknya lucu-lucu beud, dan gue berasa tua ._.
Gue suka ngamatin gimana temen gue pas berinteraksi sama anaknya, dan si anaknya biasanya lebih deket dan lebih punya banyak waktu sama si ibu. Tapi terlihat juga kalo si ayahnya tuh sayang sama si anak, apalagi kalo anaknya perempuan. Luluh deh luluh....

Tugas mendidik anak tuh sebenernya bukan hanya tugas ibu, walaupun dalam islam disebut, sekolah pertama anak adalah ibu. Tapi sebenarnya, tugas mendidik, menjaga dan melindungi anak adalah tugas orang tua, jadi bukan hanya tugas ibu, peran seorang ayah pun penting.
Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Oxford University menunjukan bahwa ada kaitan antara kedekatan ayah dan anak dengan keberhasilan akademisnya di sekolah.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey, yang mengatakan bahwa anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah.
Nggak hanya itu, mereka juga memiliki kemampuan berbahasa dan kognitif yang lebih baik. Penelitian lain menemukan bahwa anak yang terdidik dengan baik oleh ayahnya memiliki lebih sedikit masalah di sekolah dan jauh dari masalah narkoba saat ia beranjak dewasa. 
Super banget kan peran ayah kalo dekat dengan anak. Dan seorang pria pastinya, ingin disebut good daddy juga bukan hanya sebagai good man. 

Anak-anak pasti akan lebih dekat dengan ibu, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran sang ibu sejak masih didalam kandungan. Tapi peran ayah pun tidak kalah penting, sang ayah bertugas untuk menjaga dan melindungi keluarganya, serta memberikan nafkah. Sedikit waktu yang bisa diluangkan ayah bisa dimanfaatkan dengan baik, misalnya memandikan sang anak, mengganti diapers sang anak, menyuapi sang anak, bahkan bermain dan berolahraga bersama dengan anak.
Bangun interaksi dan kedekatan dengan sang anak. Dengan demikian, mereka merasa mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tuanya, dan ini sangat bagus untuk perkembangan mereka kedepannya.

Sekalipun sang ayah sibuk dengan pekerjaannya, usahakan untuk tetap berinteraksi dan komunikasi dengan sang anak. Buat mereka, meresa nyaman dan disayangi oleh sang ayah. Beritahu anak, kenapa sang ayah sibuk dan lebih banyak waktu diluar, itu semua semata-mata untuk keluarga. Kasih pengertian kepada sang anak, bahwa kasih sayang dan rasa sayang sang ayah sama besarnya dengan sang ibu. Luangkan waktu untuk bermain, berolahraga dan jalan-jalan di waktu weekend dan waktu libur.

Waktu sang ayah untuk anak dinamakan Bonding time. Disini sang ayah melakukan pendekatan terhadap anak, misalnya mengajak mereka jalan-jalan dan bermain games. Bonding time dimaksudkan untuk sang ayah lebih mengenal anaknya, mengetahui bagaimana karakter sang anak, bagaimana sang anak berinteraksi dengan teman-temannya dan orang lain, bonding time membuat ayah lebih mengerti buah hatinya. Bonding time membuat sang anak lebih terbuka terhdap kedua orangtuanya.

Anak yang dekat dengan ayah memiliki emosi lebih tenang saat mereka dewasa. Anak yang memiliki ikatan emosional positif dengan ayahnya sejak usia dini, akan tumbuh lebih bahagia dan memiliki emosi yang lebih tenang saat mereka dewasa. Demikian hasil penelitian terbaru yang dipimpin oleh seorang peneliti asal India. Sang ayah berperan penting dalam pembentukan karakter anak.

Dr. Ratna mengingatkan, bahwa setiap perilaku ayah akan dilihat dan jadi panutan anak, jadi kita haruslah menjaga sikap kita. Yang penting, ayah harus bekerjasama dan bersinergi dengan ibu untuk mendidik anak, agar anak tumbuh dengan memiliki karakter yang positif dan kuat. 

Disaat anak memasuki masa remaja, mereka sudah merasakan perasaan suka dan tertarik terhadap lawan jenis, bimbing dan beritahu mereka untuk berhati-hati terhadap perasaan mereka. Beritahu mereka bahwa fokus utama mereka sekarang adalah belajar, supaya bisa menggapai cita-cita mereka kelak. 
Perbanyak komunikasi dan interaksi di tahap remaja anak, karena mereka sangat membutuhkan peran dan dukungan dari orang tua. Ketahui teman-teman sebayanya, bagaimana sang anak berinteraksi dengan teman-temannya. Tetaplah bangun kedekatan antara anak dengan orangtuanya. Sekalipun mereka dekat dengan teman-temannya. Keluarga tetaplah yang utama.
Berikan mereka kepercayaan dan waktu untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Contohnya, mengikuti komunitas yang mereka sukai, melakukan hobi dengan teman-teman sebayanya, dll.

Love you Dad
Seorang anak perempuan biasanya lebih dekat dengan sang ayah. Walau bukan berarti mereka lebih sayang terhadap ayah. Keduanya mempunyai porsi yang sama di dalam hati sang anak.
Namun, ada alasan tertentu kenapa anak perempuan seringkali lebih dekat dengan ayah.


- Ayah lebih lembut pada anak perempuan
Kerasa banget, bokap lebih lembut terhadap gue, dibanding ke kakak dan ade gue yang cowok.
Sepupu gue pun diperlakukan bak putri sama ayahnya sendiri, terlebih dia menjadi anak satu-satunya di keluarga. Sering banget ngedenger, bahwa sang ayah lebih sayang terhadap putrinya. karena merasa bahwa putrinya adalah perempuan yang harus dijaga dan dilindungi. So sweet deh kalo perlakuan ayah ke putrinya. ada banyak cerita dan kisah manis seorang ayah terhadap putrinya. Kalo ga percaya, searching aja di google :p hehe

- Ayah bisa jadi pelindung dan teman baik bagi putrinya.
Disaat seorang gadis sudah mempunyai pacar atau teman lawan jenis yang dekat. Biasanya sikap sang ayah akan protective, bahkan ada yang kelewatan over protective. Disinilah sang ayah, bisa berperan sebagai pelindung juga teman baik untuk putrinya, ajak ngobrol baik-baik. Pancing ia untuk bercerita, bagaimana sikap teman lawan jenisnya selama ini. Beritahu mereka untuk tidak melanggar norma-norma yang bertentangan di dalam hidup. Ajarkan mereka untuk tidak terlalu terbuai dengan perasaannya.

- Belajar kuat dan mandiri.
Ayah adalah sosok yang kuat dimata putrinya. Mereka menganggap seorang ayah adalah hero dalam keluarga. Selalu bisa diandalkan. Tidak banyak menuntut, dan mengajarkan kita arti kehidupan dan mandiri.


Maksud tujuan penulisan ini adalah.
Gue percaya bahwa peran mendidik itu bukan hanya urusan ibu, ayah pun berperan penting dalam pembentukan karakter sang anak.
Gue percaya, kalau sang ayah dekat dengan anak, itu adalah gambaran keluarga harmonis. Sang ayah akan ingat kepada buah hatinya, sayang dan tidak akan melukai perasaan buah hatinya.
Sang ayah akan ingat, bahwa anak adalah perekat rumah tangga antara ia dan sang istri.
Ada tanggung jawab besar dan prioritas utama yaitu Keluarga.

PS : gue belum berumah tangga, masih single, dan daddy's little girl.
Tulisan artikel ini, sebagai ungkapan rasa sayang kepada bapak.

Love you daddy :*

Sumber artikel :

http://www.beritasatu.com/keluarga/61173-dekat-dengan-ayah-membuat-anak-tumbuh-lebih-bahagia.html

http://family.fimela.com/ayah/peran/terbukti-anak-yang-dekat-dengan-ayah-punya-iq-lebih-tinggi-1312111-page1.html

https://www.lintas.me/woman/woman-story/editor/6-hal-yang-bikin-anak-perempuan-lebih-dekat-dengan-ayah


0 comments: