Hallo semua... apa kabar kalian? #BasaBasiAlaIndonesia ! Udah pernah baca Novel diatas? Judulnya "Sepotong Hati Yang Bar...

Cinta tidak harus memiliki

November 01, 2014 Nabela Aprilia 0 Comments





Hallo semua...
apa kabar kalian?
#BasaBasiAlaIndonesia !

Udah pernah baca Novel diatas? Judulnya "Sepotong Hati Yang Baru". Keren, bagus, recomended banget deh buat para book lovers :)

Mau ngulas singkat tentang buku ini, bukan preview sih. tapi pokoknya cuma ulasan yang perlu banget buat gue tulis dan semoga bisa dibaca sama yang lain, dan berguna pastinya :).

Jadi di novel yang ditulis sama bang Tere liye ini, menceritakan tentang kisah cinta plus mengajari bahwa cinta itu apa sih?

ada bagian part yang sesuai dengan judulnya, dan bisa dibilang berakhir dengan sad ending :'( huhu....
jadi di part itu diceritakan ada sepasang kekasih yang sudah bertunangan, bahkan memutuskan akan segera menikah, tapi ternyata ditengah jalan si cewek menemukan sosok cowok baru yang mungkin dia anggap lebih "perpect" dari si tunangannya itu. Dan si cewek memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dan putus dengan tunangannya. setelah sekian lama, si cowok sudah memutuskan untuk melupakan mantan tunangannya itu, ternyata si cewek itu dateng dan minta bertemu.

Bertemu lah mereka kembali, si cewek nangis, kecewa, menyesal telah putus dengan mantan tunangannya itu. dia bilang bahwa ternyata dia salah menilai cowok yang "perfect" itu. Dan dia meminta si cowok untuk menerima dia lagi. Tapi diluar dugaan, si cowok itu bilang bahwa dia sudah menikah. Si cowok terpaksa berbohong, dia merasa dia tidak akan mendapatkan hati si cewek yang utuh seperti dulu, dia takut dikhianati lagi.

Dan Quote yang paling sempurna buat gue dari novel ini adalah, "Cinta adalah Rasionalitas yang Sempurna". Lu bisa cinta dengan orang lain, cinta bisa membuat orang "buta", tapi setidaknya pikirkanlah rasio lu. Jangan sampai terbuai dengan satu hal yang manusia sering agung-agungkan yaitu Cinta.

Dan di part akhir dari novel ini juga bikin gue terharu, menangis tersedu-sedu dan menyadarkan manusia bahwa sang pemberi kehidupan, sang pencipta telah membuat garis takdir yang tidak ada satu orang pun yang dapat merubahnya. Kita hidup di dunia ini sudah pada jalurNya, tinggal mengikuti skenario yang maha sempurna dariNya. Bahwa manusia harus percaya pada takdir yang sudah dibuat olehNya.

Ceritanya adalah, ada dua bayi yang lahir dihari yang sama. Satu bayi perempuan dari keluarga yang kaya, sedangkan satu bayi cowok yang merupakan anak pembantu keluarga kaya tersebut. Mereka tumbuh bersama, dari kecil sudah sering main bersama. Orang tua si gadis kecil perempuan itu masih bisa mentolerir jika mereka sering bermain bersama, mereka sering berulah, dan si cowok yang menjadi sasaran kemarahan. Hingga mereka beranjak remaja. Orang tua si kaya membopong keluarganya untuk pindah dan demi memisahkan si gadisnya dengan pemuda tersebut.

Hingga pada akhirnya di saat kuliah si gadis dan pemuda tersebut bertemu kembali. Mereka dekat hingga lulus. Si pemuda lulus dengan membanggakan dan berniat untuk meminang sang gadis. Tapi ternyata sekalipun dia sudah tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan sukses, dia tetap tidak disetujui oleh ayah sang gadis. Ayahnya tetap merasa tidak sepadan jika gadisnya menikah dengan sang pemuda yang anak pembantu.

Ayahnya sudah cukup tua dan sakit-sakitan, si pemuda pun datang kembali untuk meminang sang gadis, berharap keluluhan ayahnya yang sedang sakit, namun ternyata ditolak kembali.

Sang ayah benar-benar berniat untuk menjauhkan sang gadis. Dikirimnya sebuah poto rekayasa yang menggambarkan seolah-olah sang gadis sudah menikah. Dia syok dan kaget dan tidak mempercayai, dia langsung pergi dan ingin mendengarkan penjelasan dari sang gadis. Tapi begitu sampai di rumah sang gadis ternyata ayah si gadis sudah meninggal. Dia melihat gadis itu menangis dan disebelahnya terdapat pria yang dia sangka adalah suaminya. Dia pergi begitu saja tidak kuasa melihat sang gadis yang dikira sudah bersuami. Dan sejak saat itu dia memutuskan untuk pergi menjauh dari hidup sang gadis.
* Dia salah paham, padahal yang diliat oleh kasat mata, tidak selalu seperti yang terlihat :(. FYI, cowok yang disebelah sang gadis itu adalah kakak iparnya dia yang hanya berusaha menenangkannya.

Setelah sekian tahun berpisah, mereka bertemu lagi setelah enam bulan orang tua si cowok meninggal. Dan,,, si cowok tersebut ternyata tinggal di luar negeri. Dia pulang ke Indonesia membawa istrinya juga dua anaknya yang lucu.
Si gadis menunggu selama puluhan tahun, setiap hari tidak pernah berhenti berharap menunggu saat-saat bertemu dengannya. Tapi pertemuan itu kaku sekali, terasa ganjil. Hingga mereka bertemu, si Pria tidak pernah tahu, bahwa si gadis tidak pernah menikah.

gimana? terharu gak? kalo belom, mending baca dulu deh bukunya.

Sedih banget, kalo ternyata dua orang yang saling mencintai tidak bisa bersatu karena tidak ada dukungan dan doa restu dari orang tua.

Pada akhirnya, kehidupan ini mungkin endingnya sama seperti difilm-film atau di novel-novel yang sering kita baca. Apakah akan berakhir happy ending atau sad ending? Jawabannya adalah Takdir.
Karena sekuat apapun manusia berusaha, yang menentukan adalah Tuhan.
Dan Tuhan sudah menentukan setiap garis takdir makhluk ciptaannya.

Bahwa cinta tidak harus memiliki mengingatkan gue sama lirik lagu Tulus- Sepatu.
"Kita selalu ingin bersama, tapi tak bisa apa-apa." :')

"Cinta memang banyak bentuknya... mungkin tak semua bisa bersatu" 
uu..uu..uuu....

0 comments: